Friday, 12 January 2018

Waktu Indonesia Bagian Gita Cerita Makeup

Aloha! Di post kali ini bakal bahas sesuatu yang berbeda dari biasanya yaitu makeup! Yeay! Kecintaan aku banget sih haha. Aku mencoba mengumpulkan pertanyaan dari temen-temen yang suka replayin snapgram aku tapi aku ubah jadi bahasa aku sih hehe dan secara nggak langsung mau cerita - cerita juga soal makeup.

Mulai dari kapan suka dan kenal makeup?
Dulu pas masih SMA, aku hanyalah butiran debu kotor yang nggak tau apa-apa soal mempercantik diri, sekarang juga asih butiran debu sih. Aku tuh dulu item, dekil, tidak merawat muka & diri banget lah pokoknya, dan meskipun sekarang pun juga masih item dan dekil hehe maafkeun. Terus tahun 2015, lagi jaman jamannya Beauty Vlogger mulai masuk Youtube dan mulai suka mantengin, cuma mantengin doang sih, belum ada niatan buat beli ini itu karena menurut aku makeup itu ribet banget gitulo. Tapi makin ke sini tuh temen - temen pada beli ini itu dan mulailah saya beli bedak dan pritilan basic makeup lainnya. Dari situ mulai suka main makeup dan ternyata...saya nggak bisa lepas. Makeup tuh kaya apaya, kaya bikin candu gitu.

Buat ngumpulin makeup sebanyak itu, kamu belinya masih pake uang orang tua kah? Tanggapan orang tua?
To be honest yah, aku beli semua makeupku pake uangku sendiri. Pake uang sendiri? Maksudnya dari uang saku yang dikasih orang tua aku sisihin gitu, hehe. Orang tuaku tuh tipe orang yang 'do whatever you want as long as you happy', jadi aku sangat bersyukur punya orang tua yang dukung aku suka ini itu, tapi di sisi lain orang tuaku tuh juga tipe orang yang 'you use the product, then buy it by yourself'. Aku bener-bener beli makeupku pake uang bulananku aku sisain.
Punya makeup sebanyak itu pun nggak langsung beli barengan, semuanya pertahap sih. Kalo aku butuh aku beli, kalo aku suka aku beli. I mean, nggak asal beli makeup yang nggak penting.

Nggak berminat jadi Makeup Artist?
Tahun ini berniatan pengen menghasilkan uang dengan dandanin orang. Sekarang lagi memantapkan diri, praktekin makeup ke orang-orang terdekat dulu, sama lagi les makeup jadi semoga ilmunya nambah.

Nggak berminat bikin channel Youtube?
Tiap aku ngesnapgram makeup pasti ada aja yang ngereplay 'Git bikin tutorial di Youtube dong', 'Git bikin tutorialnya dong', dan semacamnya. Sebenernya udah berniatan dari lama sih, tapi karena alat-alatnya belum ada dan tidak memadai jadi mending enggak dulu. Apaya, aku nggak suka aja gitu kalo apa yang aku share ke orang tuh nggak all out, nggak maksimal, jadi daripada setengah setengah mending nabung nabung dulu buat beli ini itu.

Gimana sih caranya makeup yang bener?
Menurut aku yah, makeup tuh nggak ada yang paling bener nggak ada yang paling salah juga. Makeup is an art. Setiap orang punya cara-cara masing buat melampiaskan. Kalo untuk teknik sih, sekarang banyak banget beauty vlogger yang udah bagi bagi ilmu cara pake foundation yang bener gimana, cara pake brush yang bener gimana, udah banyak banget sih.

Makeup yang harus dipunyain sebagai seorang beginner tuh apa aja sih?
Aku bakal bahas ini di post terpisah!

Beauty trend apa yang pernah diikutin dan suka?
Ombre Lips, aku tuh kalo pake lip product dan ngeapplynya ngga diombre tuh kaya nggak PD aja gitu haha tapi ini serius sih, even aku keluar rumah ke minimarket doang kalo mau pake lip product pasti aku ombrein:( entah separah itu atau aku secinta itu wkwk beda tipis.

Matte or Dewy?
Sebenernya aku suka banget dewy look karena menurut aku tuh keliatan lebih sehat gitu lebih becek, tapi karena skin type aku tuh kadang kombinasi kadang berminyak mau nggak mau sih keseringan pake beauty product yang matte.

Korean Makeup Look or Be Like Huda Beauty?
Aku suka banget korean makeup look tapi kaya nggak cocok di aku gitu. So i choose Be Like Huda Beauty, soalnya aku tipe orang yang pake makeup super duper tebel dan menor wkwk.

Be Bold or Be Sweet?
Be bold of course! Foundation tebel, lipstick merah, eyeliner tebel, bulu mata yang tebel, ah aku suka sekali!

MUA panutan?
Yang di Indonesia aja yah hehe. Menurut aku sendiri tiap MUA itu punya signature looknya sendiri-sendiri dan beda-beda sih ya. Kaya Bennu Sorumba, dia tuh kalo makeupin orang looknya bold banget, tapi bisa rapi gitu. Trus ada juga dewa makeup tuh Anpa Suha, gatau lagi deh kalo makeupin orang bisa jadi cuantik banget, dan aku pernah lihat di salah satu channel youtube dia kalo makeupin itu susah banget kalo dicontohin wkwk. Ada juga Marlene Hariman, ini sahabatnya Raisa nih, look makeup yang dibikin tuh yang cantik, seger, gituloh, kaya melambangan cantik wanita indonesia banget. Tapi teteup, panutan aku goes to Bubah Alfian!

Ini beberapa pertanyaan yang pernah ditanyain temen-temen tapi ya nggak begini juga sih nanyanya haha, aku ganti aja bahasanya lebih simple. Aku tuh suka banget tiap aku upload story di Instagram soal makeup atau apapun pasti ada aja yang ngerepon baik, it makes me jadi makin seneng buat makeup makeup terus. Basically, aku lebih suka nulis jadi aku bakal lebih sering nulis review dan cerita-cerita di blog karena sebenernya banyak banget yang bakal aku share di blog muali dari makeup ataupun skin care. Untuk sekarang, terima kasih banyak karena telah memberi sedikit apresiasi. Kan seneng yak hehe, sekian.

Tuesday, 9 January 2018

Berdamai dengan masa lalu

Satu minggu lalu waktu itu, saya bertemu teman saya. Kami cerita banyak hal. Dia cerita banyak hal yang disampaikan oleh temannya mengenai saya. Temannya teman saya dulunya adalah sahabat baik saya. Karena beberapa alasan, kami terpaksa tidak berhubungan lagi.

Banyak hal yang diceritakan oleh sahabat saya ke teman saya. Hanya hal buruk yang dipikirkan. Alay, jijik, jahat, dan hal tidak baik lainnya keluarlah dari mulutnya. Marahlah saya, menurut saya, seseorang yang kenal saya dalam jangka waktu lama, yang hampir setiap hari bersama, bertemu, bahkan berbicara, menjadi seseorang yang angkuh, arogan, jahat. Terlalu terlena oleh ego juga tidak baik. Saya benar - benar marah. Saya seperti jatuh ke lubang paling dalam. Banyak hal yang ia tak tahu, tetapi menjustifikasi hal yang bahkan ia tidak tahu alasannya sama sekali. Dude, some things happen for a reason.

Hal yang membuat saya lebih marah lagi karena masuknya orang lain ke suatu permasalahan. Dia marah karena saya melakukan hal yang bahkan ia tidak tahu alasannya, dan dengan mudah ia melontarkan kata yang seharusnya tidak diucapkan. Dan hal ini juga terjadi karena hal yang dulu menurutnya tidak penting, Instagram. I blocked his friend's Instagram account. Dude, shit happens for a reason.

Saya memendam marah. Ke pada diri saya sendiri, ke pada sahabat saya terdahulu. Berhari - hari. Ingin minta penjelasan. Kalaupun suatu status bisa mengubah suatu keadaan, dari awal saya tidak akan mengambil keputusan. Saya lumayan terpuruk. Hal yang anda pikir ke depannya akan lebih baik, ternyata di sisi lain tidak menginginkan adanya perbaikan hubungan pertemanan.

Tapi saya sadar, tidak seharusnya saya marah. Semua hal terjadi karena campur tangan adanya diri saya sendiri juga. Dia masuk ke hidup saya, dia meninggalkan saya, atas persetujuan saya. Saya mencoba berdamai dengan diri saya sendiri. Saya menemukan titik di mana hal ini bukanlah sesuatu yang harus dimenangkan atau menjadi kalah nantinya.

Saya mulai belajar berdamai dengan masa lalu. Kita tidak bisa mengharapkan sesuatu terjadi karena hal yang kita kehendaki. Do not worry about what you cannot control. Semua hal butuh waktu. Saya tahu anda juga butuh waktu untuk memperbaiki banyak hal karena banyak hal yang saya rusak. Saya juga begitu. Saya butuh waktu untuk mengikhlaskan dan merelakan. Kalaupun nantinya anda berpikir bahwa saya kalah karena saya adalah satu - satunya orang yang memaafkan dan anda menang karena sudah sepenuhnya bebas untuk tidak memikirkan hal tentang saya, then i rather be a loser.

Banyak hal yang anda tidak ketauhi dan anda ukur menurut penilaian anda. Bad things happen, and you'll never know how people cure the pain. Bahkan untuk membuat saya membenci anda rasanya susah. Tell bad things about me to others, because i'll do nothing. Mau saya ngejelasin apapun, saya bakal tetap salah. Hal yang membuat anda berpikir bahwa anda selalu salah di mata saya.
If you think that the past never changed, then you're wrong.
i suffered because of you,
i learned from you,
and i changed for myself.

Jika memilih anda di hidup saya adalah suatu kesalahan dan kekalahan.
Saya lebih memilih untuk menjadi seseorang yang salah dan kalah.

Friday, 29 December 2017

December 29

Today is Friday, 29th of December 2017, right?

Malam itu, setahun yang lalu, hujan deras mengguyur Kota Surabaya. Dingin menusuk baju, tapi badan terselimuti bahagia.

No, i'm not gonna begging you or try to remind you this is the day.

Hari ini, saya bersyukur, ternyata saya masih bisa menikmati lagu dari penyanyi kesukaan saya yang berjudul Sampai Jadi Debu, dan tetap bisa memaknai setiap lirik yang tersuarakan.
Saya tidak akan berusaha mengulang apa yang telah terjadi setahun belakangan.

It's hard for me.
Saya melewati tahun ini dengan banyak sekali naikan dan turunan seperti tahun - tahun sebelumnya. Saya yakin setiap tahun yang saya lalui memiliki cerita yang berbeda. Tetapi, tahun ini, i really learned a lot.

Di mulai dengan Bulan Januari yang bahagia, i felt like i was the luckiest girl in the world, to have someone like you. Yes, this time i'm talking with you, huft how sad, i'm trying not to put you to this post, but i thought i just can't. You should know that i was happy. You treat me like i was the one that matter for you.

Berjalan sampai Maret, it's your birthday! I was trying to make you happy. I took some videos of your friends. I know it sounds so silly. Actually it was hard, i don't really know your friend at all, but i know this one would make you happy. I was trying to found 19 gifts for you, i know i couldn't give you some expensive shoes or i don't know i don't really have money actually. Sorry for the gifts

Beralih ke Bulan April yang penuh emosi dan amarah. Ah, saya terkadang lupa manusia tetaplah manusia. Humans need space, time, and privacy. Tapi ternyata saya merenggut banyak hal. I thought that i was the only one who was getting hurt. Saya mencuri banyak hal berharga dari seseorang yang memang sejatinya nggak bisa dikembaliin. Dan saya langsung merasakan dampak dari apa yang saya lakukan. Saya kira, burung akan selamanya senang berada di dalam kandang. The bird needs to be free too. Ketakutan saya berlebihan sehingga membuat apapun hal baik tertutup olehnya. Saya selalu berusaha untuk menang di mana suatu hubungan tuh bukan soal menang dan kalah. I know, ego saya kaya serigala yang kelaperan, makan semua orang termasuk diri saya sendiri. If i could turn back the time, i just want to apologize. I was so sorry.

Bulan selanjutnya saya lewati dengan ketakutan yang semakin besar dalam diri saya. Termasuk saat ulang tahun saya. Kadang suatu hal terjadi nggak sama kaya yang kita harepin, dan itu wajar. Saya belajar, seseorang terkadang berekspektasi melebihi batas dan tidak logis, pas hal yang diharepin nggak kejadian, kecewanya bakal berlipat lipat ganda. I felt so dumb.
Banyak kejadian tidak terduga setelahnya, ibaratnya kalo roda lagi muter, saya lagi di bawah. I was so sad. I felt like nobody understands me, and i decided to give up. I was not giving up on you, i gave up on the situation. Kalo orang punya batas tuh, yaudah sampe situ batasnya perang sama keadaan. Have you ever think about me? Saya sangat terpukul saat itu, tidak punya tujuan untuk pulang. Keadaannya tuh kaya saya diusir dari rumah saya sendiri. There's no place to go, i was lost, and you were not there for me. Bahkan sampe sekarang kalo masih inget kejadian ini tuh hati saya sakit banget. That was the worst feeling ever. Saya tahu, kamu bosen dengan segala ocehan saya saat itu, i just can do nothing. Buat liat mata kamu aja saya takut, rasanya kaya udah nggak kenal kamu.

Empat bulan terakhir saya lewati sendirian tanpa kamu, kesepian. Saya mencoba buat nyibukin diri saya sendiri, tapi saya tetep merasa kesepian. Pas saya butuh kamu, yang saya lakuin cuma merenung, nyoba curhat sama Allah, and that's how things  began. Saya nggak bisa cerita semua masalah saya ke orang lain, so i was trying to keep everything to myself. Berat emang nggak ada kamu, tapi saya jadi belajar gimana caranya survive sendirian, yah dan saya mulai terbiasa. I was full of emotions that i can't disclose, and it makes me do something dumb sometime.

Saya tahu, saya masih menulis banyak hal tentang kamu, saya masih mikirin kamu, saya masih melakukan hal yang sama kaya dulu, and if you think that i'm go down, that's okay. Saya nggak tahu kenapa harus ada predikat menang atau kalah setelah seseorang memutuskan hubungan, dan menunjukkan betapa bahagianya kita hidup tanpa mereka.

Saya kehilangan banyak hal yang saya pertahankan, nggak mudah buat nyembuhin luka gitu aja. Saya tetap hidup dengan saya yang seperti ini, yang terus memperbaiki diri dan belajar. I know that you don't care anymore, that's okay. You are a great man. And i'm proud of you. Saya senang bisa kenal kamu, terima kasih sudah memberi saya kebahagiaan setelah sekian lama tidak merasakan hehe. Saya cuma pengen kamu tahu, kalo saya disuruh ngulang hal yang sama, saya nggak akan pernah nyesel bisa sama kamu. Saya selalu berharap yang terbaik buat kamu.

Di tanggal 29 Desember ini, saya rindu kamu.

Tuesday, 26 December 2017

Banyak Cemas, Banyak Rindunya.

Pernah nggak sih kalian kangen banget sama seseorang? Iya, they said if you miss someone then tell them, meet them. Tapi, ada situasi di mana pas kita kangen banget sama orang tapi kita nggak bisa ngungkapin, bahkan nggak bisa ketemu, ya karena suatu alasan. How pathetic.
Some things happen for some reasons, yang kadang sebenernya kita juga nggak pernah menghendaki hal itu buat kejadian. Tapi gimana lagi? we can't control everything.

How does it feel? You miss someone, but they don't even care about you. Kangen sendirian, kepukul sama kenangan yang ngajak ribut karena datengnya bareng - bareng? Doesn't it make you sad?
Di mana keadaan yang nggak pernah memungkinkan buat mengungkapkan, karena setiap kita ngungkapin, ternyata apa yang kita lakuin nggak pernah diharepin sama orang tersebut.

Kadang saya belajar mengikuti maunya hidup, saya berusaha buat let it flow karena saya nggak pernah mau memakasakan diri. Karena tiap saya maksain diri saya sendiri, saya nyakitin diri saya terus terus terus.
How does it feel? Unwanted by someone you loved the most?
Hal - hal yang kita lakuin jadi salah di mata dia. Because we are being unwanted.
When you uploaded some instagram story and you try to tell him that you're so sorry because you're losing him, but then he thought that it doesn't make sense and he thought that you're disturbing him.
When you were trying to make instagram story and you thought he would be fine about this, then he replied your instagram story, you thought he tried to fix everyting, as a good good good bestfriend. But then you know the fact that he just replied, because he thought you want some replies by him.
You want to tell him, but you forgot, he doesn't even care about you.
Everything seems so wrong.
Dampaknya? You mad at yourself, you blame yourself. You cry to your sleep every night.
Does it look to much? But we never know how someone's struggling.

Saya lupa, kalau setiap orang bisa berubah. Teman bisa jadi musuh, begitu sebaliknya. Jauh menjadi dekat, begitu sebalinya. Pernah sedekat nadi, begitu sebaliknya. Yang saya anggap teman terbaik saya, ternyata bisa berubah menjadi orang yang jahat.
Saya pikir ketika orang marah dengan orang lain, and they try to remember what they have done, everything would be ok. Ketika seseorang muak dengan orang lain, mereka akan mengingat hal baik, and everything will be okay. Ternyata saya salah.
Kita nggak bisa mengatur semua hal jadi kaya apa yang kita pengen. Kita nggak bisa maksain orang lain buat ngelakuin apa yang kita pengen.

Saya belajar banyak tentang kehilangan. Saya belajar banyak tentang mengikhlaskan, atau merelakan. Saya belajar banyak untuk memandang sesuatu tidak hanya dari satu sisi. Saya belajar banyak bagaimana cara menghargai diri sendiri serta keputusan orang lain. Saya belajar banyak untuk memaafkan kesalahan orang lain. Tetapi saya tidak pernah belajar, bagaimana cara untuk berdamai dengan diri saya sendiri.

How does it feel? When someone you loved the most turn into someone you hate the most, and now you are missing him so much?
You cant control it, but God can do everything.
Tell God, pray to God, for him, for his life, for everything the good.
That's all.

Sunday, 24 December 2017

Why is it so hard to forgive?

Pernah nggak sih dikecewain atau dibikin marah sama orang lain? I know how it feels guys, kita semua pasti pernah dibikin sebel, marah, kecewa, sedih, dan hal semacamnya. Banyak alasan kenapa kita jadi marah, sebel, kecewa, dan sebagainya, salah satunya tuh misal, apa yang orang lain lakuin ternyata nggak sama kaya apa yang kita kehendaki. Nah, dari sini timbulah ketidaksesuaian antara satu orang dengan orang lain yang akhirnya menyebabkan sakit hati. Tanpa disadari pun, pihak satu menyakiti pihak lainnya.

Pernah nggak sih kalo kalian disakitin orang kalian langsung memaafkan? Atau paling gampangnya, memaafkan secara tulus dan ikhlas aja deh. Kalo maafin pun juga nggak seratus persen, pasti deh masih ada ngganjel kerikil di hati. Bro, maaf bukanlah maaf kalo tidak tulus.

Banyak banget sih alasan orang kenapa susah maafin orang lain, entah karena ego, atau karena gengsi, dan hal semacamnya. Saya punya temen, dia ngelakuin salah ke temen lainnya, dan dia nggak mau memaafkan karena dia merasa paling tersakiti. Girl, why are you so arrogant? Ada juga, susah memaafkan karena merasa kalo minta maaf harga dirinya bakal keinjek-injek. Kadang bingung, when someone does say sorry and you deal with it, it doesn't make you to be a loser.
Ada juga yang memaafkan nggak ikhlas karena ngerasa yang subjek yang meminta maaf tuh cuma sekedar minta maaf secara nggak ikhlas dan tulus. Huh, kadang tuh, apa yang kita pikirin belum tentu dipikirin sama orang lain, dan sebenernya hidup tuh sesimple itu.
Ada juga kok, susah banget maafin karena kita nganggepnya itu tuh hal serius yang nyakitin kita banget, it's ok, everything takes time. 

Trust me, memaafkan itu lebih sulit daripada minta maaf. Karena kadang kita tuh mikirnya masa sih segampang itu maafin orang yang udah nyakitin kita banget, dan itu bikin kita susah maafin orang lain. Kalo kita maafin orang dengan gampang tuh, kaya nggak ngasih efek jera ke orang yang udah ngecewain kita. Kadang ada pikiran kalo kita gampang maafin, kadang orang itu jadi nglakuin hal yang ngecewain terus karena nantinya kita bakal maafin. Yang paling parah sih, kadang ada satu dua temen yang ngomporin. 
Padahal yah, itu tuh cuma sekumpulan pikiran negatif yang sebenernya kejadia juga nggak. Salah satu hal yang bikin kecewa tuh diri kita sendiri yang terus-terusan mikirin hal-hal yang sebenernya nggak ada, even hal-hal yang sebenernya nggak bener bener kejadian yang bikin kita mikir terus-terusan dan kecewa berat.

Semua hal tuh datengnya dari dalam hati kita sendiri kok. Kita sedih, seneng, semua datengnya dari dalem hati. Yang bisa nyembuhin pun juga kita sendiri. It's okay, everyone makes mistakes. Tinggal gimana kita menanggapinya. Karena hal yang menyelamatkan diri kita dari sakit hati ya cuma satu, memaafkan.

Forgive yourself first.
Berdamailah dengan dirimu sendiri.