Monday, 14 January 2013

Analogi Cinta Sendiri

Analogi Cinta Sendiri by @landakgaul


Recommended book kali ya. Buku ini lagi emang hits, trus kebetulan temen sekelas ada yang punya, kubacaa deh. Tweets-nya penulis ini juga ga kalah bagus kok. Nih @landakgaul. Di sini di ceritain kisah asmara si Oka (penulis) yang kadang lagi di atas trus tiba-tiba langsung jatuh ke bawah. Kalo lagi baca pasti ngomong "wah aku banget". Bahasa yang dipake juga mudah dimengerti juga sih, jadi gampang nyerna-nya. Satu kata buat buku ini, "JLEB".

"Friendzoned itu keadaan ketika kita deket sama orang kemudian merasa kedekatan itu sebagai sesuatu yang berharga dan penuh harapan, tapi di sisi lain orang yang lagi deket sama kita cuma menganggap itu pertemanan."―Hal. 30

"Friendzoned berawal dari perhatian-perhatian yang disalahartikan, lalu setelah itu, timbul istilah-istilah baru. Karena dalam kasus friendzoned ada pihak yang ngarep dan ada pihak yang ngasih harapan. Pihak yang ngarep sering menyebut pihak yang ngasih harapan dengan sebutan PHP (Pemberi Harapan Palsu). Padahal dalam kasus ini, bisa aja emang pihak ngarep yang memang kegeeran. Udah ngarep, kegeeran pula. Kasian."―Hal. 31

Bebaskan Hati, Terbangkan.

Beberapa orang menunggu, dan beberapa orang lainnya tak tahu sedang ditunggu.

Lantas salahkah dia jika dia terus berjalan ke depan? Semakin menjauh.

Orang yang jatuh cinta namun hanya menunggu, lebih sia-sia dari menggarami air laut. Jangan pernah salahkan orang yang ditunggu jika mengungkapkan perasaan saja tak mampu.

Kebesaran cinta tak bisa diukur dengan seberapa lama menunggu, tetapi seberapa berani menungkapkannya dengan tulus dan cara yang indah.

Cinta yang utuh tidak layak menunggu terlalu lama, karena seiring berjalannya waktu hati itu akan habis dimakan sendiri.

Mencinta diam-diam adalah hal paling egois di dunia. Tak ada yang lebih egois dari seseorang yang memenjarakan hatinya sendiri. Begitu besar egonya menahan rasa cinta yang begitu ingin menyeruak ke luar, terbang bebas ke hati yang ingin disinggahinya.

“Aku takut hatinya enggan menampungku.“

Itu hanya alasan yang diada-ada sebuah sangkar hati yang egois. Hati sudah terlalu kenyang dengan alasan aku tak pantas untuk dia, aku bukan siapa-siapa baginya, dia tak menginginkanku, dan alasan egois lainnya.

Jangan kekang cinta. Bebaskan, terbangkan, maka ia akan kembali dengan sangkar barunya yang indah, untukmu. Layaknya burung camar terbang mengarungi sore yang indah di pesisir pantai.

No comments:

Post a Comment