Saturday, 30 August 2014

Halo!


Halo! It's my first post on 2014.
It's been a year I didn't post anything on my blog. Banyak yang harus dikerjakan sampe nggak sempet nulis. Sebenernya banyak banget yang harus diceritakan. Mulai dari Agustus 2013 - sekarang. Saya menemukan banyak hal.
Sekarang saya duduk manis di kelas 2 SMA. Yang notabene adalah masa peralihan dari masa pertemuan ke masa paling menyakitkan, perpisahan. Halah. Banyak banget kayanya yang bilang kelas 2 SMA adalah masa yang dihabiskan dengan bermain. Maksudku, kurikulum baru yang terlalu menuntut murid untuk selalu deket sama buku. Gitu?

Skip
Skip
Skip
Skip

Sadar atau nggak, setiap orang punya potensi. Tapi kadang, kita masih bingung, begitu juga dengan saya. Mengenai potensi apa yang kita miliki. Mana yang benar-benar bakat alami dan mana yang hanya sekedar minat. Dua kata ini punya arti yang berbeda.

Minat itu sendiri adalah kecenderungan terhadap sesuatu. Bisa diartikan, minat adalah dorongan kuat dalam diri seseorang untuk melakukan segala sesuatu yang diinginkan. Minat jadi salah satu faktor yang dapat mengarahkan bakat.
Sedangkan bakat adalah anugrah/talenta yang dimiliki seseorang. Sifat dasar, kepandaian, pembawaan yang muncul sejak lahir. Misalnya bakat menyanyi, bakat kesenian.

Beberapa bulan lalu saya datang ke suatu lembaga di mana lembaga itu membantu saya mendeteksi minat & bakat saya. Saya masih bingung membedakan apa yang saya mau dan apa yang saya suka. Di mana saya mau pengetahuan alam dan saya menyukai pengetahuan sosial. Saya diberi kuesioner. Di situ saya diberi beberapa pilihan di mana saya harus memilih apa hal yang 'saya banget' dan hal yang 'bukan saya banget'. Ketika ditanya apa rencana saya 10 tahun mendatang, saya menjawab kalau saya ingin menjadi salah satu orang yaang bekerja di bidang perminyakan. Saya pikir bakat saya tertuang di dalamnya, karena saya mau melakukan hal tersebut. Ternyata, salah. Tidak ada setetes pun di darah saya yang mengalir bakat untuk bekerja di bidang perminyakan. Tentor pun berkata kepada saya, kalau bakat saya sebenarnya yaitu menulis, atau dalam bidang berkomunikasi. Karena saya bisa berkomunikasi atau menyampaikan sesuatu dengan baik, katanya. Awalnya saya ragu, karena dari awal saya merasa saya tidak memiliki bakat tersebut. Tapi itu semua tergantung dari apa yang saya pilih di kuesioner tadi. Sekarang, tinggal bagaimana saya mengasah bakat saya.

Sejujurnya, saya juga masih bingung apa yang akan saya pilih dua tahun kemudian. Di jurusan apa saya akan melanjutkan pendidikan saya. Akan jadi apa saya 7 tahun mendatang. Melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi juga bukan hal yang harus diremehkan. Karena ketika kita salah pilih, kita akan menyesal. Pilih apa yang kamu suka, bukan apa yang kamu mau.

ASIK BANGET BAHASA WA TINGGI BANGET TSAH.

No comments:

Post a Comment