Saturday, 6 September 2014

Mengagumi dari jauh itu seperti jatuh cinta sendirian.
Mengagumi dari jauh itu seperti naik komedi puter. Sepertinya bergerak, tetapi sebenarnya tidak, hanya jalan di tempat, tidak ke mana - mana.
Betapa ironisnya mengagumi seseorang tetapi hanya bisa memendam. Sakit di dalam hati. Ditampung sendiri. Dirasakan sendiri. Semuanya sendiri.

Ketika hanya diam memendam, menangkap bayangan ketika di lewati olehnya. Secara diam - diam memperhatikan. Melakukan hal konyol agar mendapat perhatian darinya.

Ketika kamu duduk sendiri di atas kursi, secara tiba - tiba matanya menuju ke arahmu dari ujung seberang. Dan, ketika kamu berpikir kalau dia sedang memperhatikanmu. Tetapi yang kamu dapatkan ternyata matanya menuju seseorang tepat di belakangmu.

Beberapa orang menunggu, tetapi beberapa tidak tahu kalau sedang ditunggu. Lalu salah siapa? Ketika dia semakin jalan, semakin jauh. Orang yang mengagumi diam - diam layaknya menggarami air laut. Sia - sia. Kebesaran perasaan tidak bisa diukur dengan seberapa lama ia menunggu. Tetapi, seberapa berani ia berlari mendekati dia yang semakin jauh berjalan di depan. Mengagumi dari jauh seperti halnya seseorang yang memenjarakan hatinya sendiri. Tidak bebas.

Apa tidak kenyang selalu memendam sendirian? Melakukan sendirian?

Pada akhirnya, mengagumi dari jauh, adalah jatuh cinta diam - diam yang miris. Hanya bisa berharap di setiap doa malamnya. Berdoa agar tidak ketahuan. Terkadang, memang ekspektasi tidak sesuai dengan realita. Yang dilakukan hanya rela dan ikhlas. Orang yang mengagumi dari jauh, hanya selalu seperti itu, jatuh cinta diam - diam.

1 comment: